Tampilkan postingan dengan label Nahwu Shorof. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahwu Shorof. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Februari 2021

Pengertian HAAL ( حال )

( حال )



 هَرَبَ عَلِيٌّ اَسْرَعَ مِنِّي

 الجَاهِلُ قَرَأ الكِتَابَ مكْسَالاً

 زُرْتُ فَاطِمَةَ فَرِحَةً

قَامَ الفَائِز ُ مَسْرُوْرًا

ذَهَبَ عَلِيٌّ إلَى المَسْجِدِ مَاشِيًا

Coba Anda perhatikan contoh kelima kalimat diatas.

dari keliam kalimat diatas, kata dan kalimat yang berwarna biru adalah Haal

untuk mengetahui lebih jauh mengenai apa itu Haal dalam kaidah Gramatikal Bahasa Arab, penrhatikan penjelasan dibawah ini.


Definisi Haal

    Haal  Adalah sifat pelengkap yang menjelaskan keadaan Isim (Kata Benda) dalam sebuah kalimat. disebut pelengkap karena sifat ini bukan merupakan elemen inti dari suatu kalimat. Seandainya sifat ini  tidak ada dalam sebuah kalimat, kalimat tersebut tetap bisa difahami secara utuh. Isim  yang dijelaskan keadaanya di sebut Sahibul Haal (صاحب الحال) .


Syarat-Syarat Haal 

  1. Haal dan Sahibul haal harus di sesuaikan dari segi gendre
  2. Haal dan Sahibul haal harus sesuai dari segi jumlah (tunggal, dua, Jamak/Banyak)
  3. Haal Selalu Nakirah dan Sahibul haal Selalu Ma'rfat
  4. Haal Selalu  Mansub (Berbaris Atas)
Macam-Macam Haal 
Haal Terbagi menjadi tiga Macam
  1. Haal Mufrad (Berarti satu org/buah/dll), yaitu haal  yang terbentuk dari satu kata. contohnya :  ذَهَبَ عَلِيٌّ إلَى المَسْجِدِ مَاشِيًا (ali pergi kesekolah berjalan kaki)
  2. Haal Jumlah  yaitu haal yang terbentuk dari kalimat, baik kalimat verba (jumlah fi'liyah) atau kalimat nomina (jumlah ismiyah). contoh : رَأيْتُ الأسْتَاذَ يَبْدَأُ الدَرْسَ (saya menyaksikan bapak guru memulai pelajaran)
  3. haal syibhul jumlah yaitu haal  yang terbentuk dari Jaar Majrur atau Zarf. contohnya : جَاءَ القَوْمُ رَجُلًا رَجُلًا (kaum tersebut datang seorang-orang (perorangan))


TUGAS NIH BIAR TAU KEMAMPUAN AN PEMAHAMANNYA TENTANG HAL UDAH SEJAUH MANA

Caranya gampang kok, tinggal garis bawahi mana haal dan sohibul hal nya sertakan alasannya ya,,,😌😌😌😌😌

حَضَرَ الطُلَّابُ يَمْشُوْنَ

لاَ تَقْرَبُوْا الصَلَاةَ وَأنْتُمْ سُكَارَى

يُضِيْئُ المِصْبَاحُ حَوْلَهُ

هَرَبَ عَلِيٌّ اَسْرَعَ مِنِّي 

 الجَاهِلُ قَرَأ الكِتَابَ مكْسَالاً

 زُرْتُ فَاطِمَةَ فَرِحَةً 

 قَامَ الفَائِز ُ مَسْرُوْرًا

 ذَهَبَ عَلِيٌّ إلَى المَسْجِدِ مَاشِيًا

فِي الدََارِ رَجُلٌ جَالِسًا

جَاءَ زَيْدٌ مُنْفَرِدًا 

بَدَتِ الجَارِيَةُ قَمَرًا

>>>GOOD LUCK<<<

Minggu, 31 Januari 2021

BAB Fa'il "الفاعل"

                                                                              الفَاعِلُ

(SUBJEK /PELAKU PEKERJAAN )

 

1. pemgertian

Fa'il adalah pelaku dari sebuah pelerjaan , dalam bahasa indonesia dikenal dengan sebutan SUBYEK (S). dalam bahasa arab selama ada kata kerja (Fiil) pasti akan selalu ada Fail . dalam kitab Matan Al Jurumiyah  dijelaskan bahwa Fail adalah : 

الفَاعِلُ هُوَ الإِسْمُ المَرْفُوْعُ المَذْكُوْرُ قَبْلَهُ فِعْلُهُ

 ""Fa'il adalah isim yang dirofakan yang disebutkan terlebih dahulu fi'ilnya”.

Ada juga yang mendefinisikan fa'il sebagi berikut:

الفَاعِلُ إِسْمٌ مَرْفُوْعٌ بَعْدَ فِعْلٍ وَدَلَّ عَلَى الَّذِى فَعَلَ الفِعْلَ, اَوِ التَّصَفَ بِهِ

"Fail adalah isim yang dirofakan yang terletak setelah fi'il dan menunjukan pada yang mengerjakan pekerjaan atau yang disifati dengan pekerjaan”.


Contoh :

جَاءَ مُحَمَّدٌ  (Muhammad telah datang)

جَاءَ adalah fi'il madhi, مُحَمَّدٌ adalah fa'il (pelaku) yang mana disebut setelah fi'il madhi.

ضَرَبَ الشُّرْطِيُّ السَّارِقَ  (Polisi telah memukul Pencuri)

ضَرَبَ  Adalah Fiil (Kata Kerja) nya dan  الشُّرْطِيُّ  adalah Fail  (Pelaku) nya yang penyebutan nua dalam bahasa arab terletak setelah Fiil.


Sekian penjelasan simpel tentang FAIL  , untuk versi yang lebih lengkap,,, tunggu postingan selanjutnya.


oke temen2,,, untuk memaksimalkan pemahaman kita mengenai  faul , maka dari itu kita ikuti latihan di bawah ini... check it out 



Jelaskanlah Mana Fiil dan mana  Fail  dari contoh kalimat di bawah ini (sesuai contoh di atas ya)


قَامَ زَيْدٌ                              Zaid berdiri

ذَهَبَ مُحَمَّدٌ                        Muhammad telah pergi

كَتَبَ مَحْمُوْدٌ الرِسَالَةَ          Mahmuud menulis surat

قَرَأَ أَحْمَدُ الكِتَابَ                Ahmad membaca buku

جَاءَ الطَالِبُ                       Siswa itu telah datang

جَاء الطُلَّابُ                       Para siswa telah datang

قَالَ زَيْدٌ                             Zaid berkata

ذَهَبَ الطَالِبَانِ                   Kedua siswa itu telah pergi

شَرِبَ مُحَمَّدٌ المَاءَ  

قَرَأَ مُحَمَّدٌ الدَّرْسَ 

Jumat, 29 Januari 2021

JUMLAH ISMIYAH & JUMLAH FI'LIYAH

 السلام عليكم ورحمت الله وبركاته

الجملة الاسمية و الجملة الفعلية

(Jumlah Ismiyah dan Jumlah Fi'liyah)



1. Pengertian Jumlah Ismiyah

Jumlah Ismiyah adalah Susunan Kalimat Arab Yang di Awali oleh Kata Benda (Isim). susunan jumlah ismiyah terdiri dari Mubtada' dan Khobar.

Mubtada' Merupakan Subyek (S) dalam bahasa arab dan subnyek memiliki beberapa sifat, yaitu : 

1.) Harus merupakan Ma'rifat (Kata Bermakna Khusus/Spesifik/tertentu seperti Nama desa, nama orang, nama benda dan kata yang diawali Alif+Lam

2). tanda i'rabnya adalah Rofa' (Baris Dapan).

Khobar Adalah merupakan predikat (P), yaitu bertugas menjelaskan atau menerangkan keadaan mubtada' (subyek), khobar bisa berupa kata atau anak kalimat. sifat khobar yaitu : 

1). harus nakiroh (kata umum). 

2). khobar juga mempunyai  tanda i'rob rofa'.

contoh : 

 (Fatimah seorang Pelajar) فاتمة طالبة

kata (فاتمة) adalah Mubtada' dari Isim Ma'rifat karna memiliki arti Nama orang yaitu Fatimah, sedangkan (طالبة) adalah khobar karna menjelaskan status/pekerjaan dari Fatimah (Mubtada') 

(Tuan Umar Menjual Furnitur di Pasar) السيد عمر يبيع أثاث في الگان

Kata (السيد عمر) adalah Mubtada' karna ma'rifat dengan tambahan Alif+Lam pada awal kalimatnya, sedangkan ( يبيع أثاث) adalah Khobar karna menjelaskan pekerjaan dari Mubtada'.


2. Jumlah Fi'liyah

Jumlah Fi'liyah adalah susunan kalimat Arab yang diawali oleh Fi'il (Kata Kerja) diikutu Fail (Subyek) dan Maf'ul (Keterangan)

Fi'il (kata kerja) disini biasanya berupa fi'il madhi (kata kerja lampau), tapi bisa juga jika menggunakan fi'il mudhore (yang sedang dilakukan).

Fa'il (subjek) dalam jumlah fi'liyah bisa nampak (dzhohir/biasanya ditandai dengan nama orang atau suatu benda), bisa juga secara tidak nampak (dhomir/biasanya jumlah fi'liyah dengan fa'il (subjek) yang tidak nampak ini berada di tengah-tengah paragraf karena dhomirnya sudah disebutkan di awal paragraf)

Contoh : 

(Telah Berdiri Si Zaid) قَامَ زَيْدٌ

Kata (قَامَ) adalah Fi'il Madhi (pekerjaan lampau) dan (زَيْدٌ) adalah Fail (subyek) karna menjelaskan siapa yang melakukan pekerjaan.

(Pelajaran telah ditulis) يُكْتَبُ الدَّرْسُ

Kata (يُكْتَبُ) adalah Fi'il Madhi (pekerjaan lampau) yaitu  jenis  fi'il majhul (kata kerja yang tidak disebutkan pelakunya atau kata kerja pasif) dan (الدَّرْسُ) adalah dinamakan 'naibul fa'il' (pengganti subjek) jadi jika diterjemah menjadi Pelajaran ditulis


perbedaan antara Jumlah Ismiyah dan Jumlah Fi'liya adalah permulaan katanya, jika Jumlah ismiyah diawali dengan kata benda (Isim) maka jumlah fi'liyah di awali dengan kata kerja (Fi'il)...mudah bukan... semoga bermanfaat...


untuk mengetahui apakah anda sudah faham apa belum silahkna jawab pertanyaan dibawah ini...


صنف مجموعة الجمل التاليه الي الجملة الاسمية والجملة الفعلية
(Kelompokkan lah kumpulan kaliat berikut kedalam kalimat Ismiyah dan kalimat Fi'liyah.)

عَلِيٌّ كَتَبَ  الدَّرْسَ
 اَحْمَدُ اِسْتَحَمَّ  فِي الحَمَمِ
 شَرِبَ الـمَرِيْضُ الدَّوَاءَ
عَلِيٌّ دَخَلَ   الَى الفَصْلِ
رَكِبَ عَلِيٌّ الدَّرَّاجَةَ
مُحَمَّدُ رَجَعَ  مِنَ المَدْرَسَةِ
جَاءَ مَنْ نَادَيْتُهُ
رَأَيْتُ الطَّيْرَ
انا طالب
نَزَلَ الفَارِسُ مِنَ الـحِصَانِ


Kosa Kata pembantu

 (Menulis) كَتَبَ
(Kamar Mandi) الحَمَمِ
(Minum) شَرِبَ
(Naik/menunggang) رَكِبَ
(Aku melihat) رَأَيْتُ
(Turun) نَزَلَ
(*Nama Orang*) الفَارِسُ
(Kembali) رَجَعَ 
(Masuk) دَخَلَ
(Kelas) الفَصْلِ
(Di) فِي
sisanya usaha sendiri ya 
😀😀😀😀